Selasa, 15 Februari 2011

Penerimaan Mahasiswa Baru 2011 Universitas Jenderal Soedirman


sekretariat SPMB UNSOED (0281) 636262, 636434
JALUR PENERIMAAN
 Pola penerimaan mahasiswa baru yang digunakan UNSOED adalah:
·         Jalur ujian tulis yang terdiri dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri Ujian Tertulis( SNMPTN-ujian tulis) dan SPMB yang diselenggarakan sendiri/ lokal (SPMB Ujian tulis).
·         Jalur non-tulis yaitu SNMPTN undangan dan SPMB undangan
1.      Persyaratan pendaftaran (SPMB-UJIAN)
·         Peserta ujian yang belum memiliki STK/STTB dapat menggunakan surat keterangan kepala sekolah / foto kopi kartu Ujian Akhir Sekolah/ Ujian Akhir Nasional.
·         Lulusan tahun 2009/2010 membawa foto kapi ijazah/ STTB yang sudah dilegalisir.
·         Foto kapi identitas: KTP/SIM/Kartu Keluarga
·         Pas Foto digital maksimal 10 kb
2.      Pembiayaan
·         SPMB UJIAN
IPA/IPS/IPC program reguler S1 dan DIII sebesar Rp 185.000,00 melalui seluruh BNI di Indonesia dengan menyebut/ menggunakan menu SPC (student Payment Center) Universitas Jenderal Soedirman.
·         SNMPTN Ujian
Program IPA/IPS Rp 150.000,00 dan IPC Rp 175.000,00, dibayar melaluii bank mandiri.
PROGRAM SARJANA S1-IPA
1.      Fakkultas Pertanian
·         Agroteknologi
·         Sosek Pertanian/Agribisnis
·         Ilmu dan Teknologi Pangan
·         Teknik Pertanian
2.      Fakultas Biologi
·         Biologi
3.      Fakultas Peternakan
·         Peternakan
4.      Fakultas Sains dan Teknik
·         Kimia
·         Matematika
·         Fisika
·         Teknik informatika
·         Teknik elektro
·         Teknik sipil
·         Teknik geologi
·         Budidaya perairan
·         Manajemen sumber daya perairan
·         Ilmu kelautan
5.      Fakultas Kedokteran dan Ilmu Ilmu Kesehatan
·         Pendidikan Dokter
·         Kesehatan Masyarakat
·         Ilmu Keperawatan
·         Farmasi
·         Pendidikan Dokter Gigi
·         Ilmu Gizi
PROGRAM SARJANA S1
1.      Fakultas Ekonomi
·         Ekonomi pembangunan
·         Manajemen
·         Akutansi
2.      Fakultas Hukum
·         Ilmu Hukum
3.      Fakultas ISIP
·         Sosiologi
·         Ilmu administrasi negara
·         Ilmu komunikasi
·         Ilmu politik
·         Bahasa dan sastra inggris
·         Bahasa dan sastra Indonesia


·         Hubungan Internasional
·         Sastra Jepang
PROGRAM DIII IPS
·         Kesekretariatan
·         Administrasi keuangan
·         Akutansi
·         Manajemen perdagangan (bisnis Internasional)
·         Bahasa Inggris
·         Bahasa Mandarin
PROGRAM PASCA SARJANA
·         ekonomi manajemen
·         ekonomi pembangunan
·         administrasi publik
·         biologi
·         ilmu pertanian
·         ilmu peternakan
·         ilmu lingkungan
·         ilmu hukum
·         akutansi
·         magister manajemen
PROGRAM S3
·         Ilmu Hukum
PROFESI
·         Akutansi
·         Dokter
·         Perawat
·         Apoteker
Untuk jadwal SNPTN dan SPMB UNSOED 2011 silahkan klik di:
http://spmb.unsoed.ac.id/content/snmptn-dan-spmb-unsoed-tahun-2011

Senin, 14 Februari 2011

Berikan ASI Ekslusif Sekrang

Banyak ibu yang enggan menyusui dengan berbagai alasan. kesibukan adalah alasan utama yang dikambing-hitamkan oleh kebanyakan kaum hawa. padahal, memberikan ASI memiliki banyak keuntungan, yaitu:
1.    Mengandung semua zat gizi dalam susunan dan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi untuk tumbuh kembang yang optimal. Mudah dicerna dan diserap, karena perbandingan whey protein /casein adalah 80/20, sedangkan susu sapi 40/60. Disamping itu ASI mengandung lipase yang memecah trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol.
2.    Tidak memberatkan fungsi saluran pencernaan dan ginjal.
Laktosa yang terkandung dalam ASI mudah terurai menjadi glukosa dan galaktosa, dan enzim laktase sudah ada sejak bayi lahir.
3.    Mengandung berbagai zat antibodi, sehingga mencegah terjadinya infeksi.
ASI mengandung imunitas selular yaitu lekosit yang terutama terdiri dari Makrofag Imunitas humoral, misalnya IgA- enzim pada ASI yang mempunyai efek antibakteri misalnya lisozim, katalase dan peroksidase.Laktoferin Faktor bifidus Antibodi lainnya: Interferon, faktor antistafilokokus, antibodi HSV, B12 binding protein, dan komplemen C3 dan C4. Tidak menyebabkan alergi.
4.    Mengandung laktoferin untuk mengikat zat besi.
5.    Tidak mengandung β-laktoglobulin yang dapat menyebabkan alergi.
6.    Ekonomis dan praktis. Tersedia setiap waktu pada suhu yang ideal dan dalam keadaan segar, serta bebas dari kuman.
7.    Berfungsi menjarangkan kelahiran.
8.    Membina hubungan yang hangat dan penuh kasih sayang antara ibu dan bayi. (RSCM dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia, 2003).

pada dasarnya, bagi para ibu yang sibuk ada solusi untuk tetap memberikan ASI untuk si kecil, yaitu dengan menyimpan ASI anda. 
Menurut Organisasi Laktasi Internasional, Lalecheleague, ASI yang disimpan pada suhu tertentu memiliki waktu "aman" yang berbeda  :

·         Suhu ruang (190-220C ) antara 4 sampai 10 jam
·         Refrigerator (kulkas bawah) dengan suhu 0-40 ۫C antara 2 sampai 3 hari.
·         Freezer pada kulkas berpintu satu (suhu variatif < 40C ) : bisa sampai 2 minggu
·         Freezer pada kulkas berpintu dua (suhu variatif < 40C ) : 3 sampai 4 bulan
·         Freezer khusus (-190C) : 6 bulan atau lebih
Jika tidak ada lemari pendingin maka ibu dapat menyimpan botol (wadah) berisi ASI peras/pompa dalam termos es yg telah diisi es batu tentunya. Jika es batu mencair, ibu bisa menggantinya lagi, atau ada juga cooler khusus untuk mendinginkan lebih lama dengan blue ice.

Untuk ASI yang disimpan, ada tips ketika akan diberikan pada si kecil
·         Untuk ASI yang dibekukan (dari freezer), amat disarankan agar ASI dicairkan terlebih dahulu di kulkas bawah, dan bukan di suhu ruang. Setelah mencair, aliri wadah berisi ASI pada kran air hangat atau rendamlah dengan air hangat.
·         Jangan menghangatkan ASI dalam suhu tinggi.
·         Karena jelas zat nutrisi dalam ASI akan rusak. Terutama zat anti infeksi/zat imun.
·         Jangan menggunakan microwave untuk menghangatkan ASI
·         Kocok secara perlahan sebelum diberikan ke bayi.
·         Berikan dengan sendok atau pipet. Untuk bayi dibawah 4 bulan disarankan untuk tidak menggunakan dot, karena adanya resiko bingung puting.

sumber: Persatuan Ahli Gizi Indonesia dan RSCM, 2003. Penuntun Diit Anak. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama