Banyak ibu yang enggan menyusui dengan berbagai alasan. kesibukan adalah alasan utama yang dikambing-hitamkan oleh kebanyakan kaum hawa. padahal, memberikan ASI memiliki banyak keuntungan, yaitu:
1. Mengandung semua zat gizi dalam susunan dan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi untuk tumbuh kembang yang optimal. Mudah dicerna dan diserap, karena perbandingan whey protein /casein adalah 80/20, sedangkan susu sapi 40/60. Disamping itu ASI mengandung lipase yang memecah trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol.
2. Tidak memberatkan fungsi saluran pencernaan dan ginjal.
Laktosa yang terkandung dalam ASI mudah terurai menjadi glukosa dan galaktosa, dan enzim laktase sudah ada sejak bayi lahir.
3. Mengandung berbagai zat antibodi, sehingga mencegah terjadinya infeksi.
ASI mengandung imunitas selular yaitu lekosit yang terutama terdiri dari Makrofag Imunitas humoral, misalnya IgA- enzim pada ASI yang mempunyai efek antibakteri misalnya lisozim, katalase dan peroksidase.Laktoferin Faktor bifidus Antibodi lainnya: Interferon, faktor antistafilokokus, antibodi HSV, B12 binding protein, dan komplemen C3 dan C4. Tidak menyebabkan alergi.
4. Mengandung laktoferin untuk mengikat zat besi.
5. Tidak mengandung β-laktoglobulin yang dapat menyebabkan alergi.
6. Ekonomis dan praktis. Tersedia setiap waktu pada suhu yang ideal dan dalam keadaan segar, serta bebas dari kuman.
7. Berfungsi menjarangkan kelahiran.
8. Membina hubungan yang hangat dan penuh kasih sayang antara ibu dan bayi. (RSCM dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia, 2003).
pada dasarnya, bagi para ibu yang sibuk ada solusi untuk tetap memberikan ASI untuk si kecil, yaitu dengan menyimpan ASI anda.
Menurut Organisasi Laktasi Internasional, Lalecheleague, ASI yang disimpan pada suhu tertentu memiliki waktu "aman" yang berbeda :
· Suhu ruang (190-220C ) antara 4 sampai 10 jam
· Refrigerator (kulkas bawah) dengan suhu 0-40 ۫C antara 2 sampai 3 hari.
· Freezer pada kulkas berpintu satu (suhu variatif < 40C ) : bisa sampai 2 minggu
· Freezer pada kulkas berpintu dua (suhu variatif < 40C ) : 3 sampai 4 bulan
· Freezer khusus (-190C) : 6 bulan atau lebih
Jika tidak ada lemari pendingin maka ibu dapat menyimpan botol (wadah) berisi ASI peras/pompa dalam termos es yg telah diisi es batu tentunya. Jika es batu mencair, ibu bisa menggantinya lagi, atau ada juga cooler khusus untuk mendinginkan lebih lama dengan blue ice.
Untuk ASI yang disimpan, ada tips ketika akan diberikan pada si kecil
· Untuk ASI yang dibekukan (dari freezer), amat disarankan agar ASI dicairkan terlebih dahulu di kulkas bawah, dan bukan di suhu ruang. Setelah mencair, aliri wadah berisi ASI pada kran air hangat atau rendamlah dengan air hangat.
· Jangan menghangatkan ASI dalam suhu tinggi.
· Karena jelas zat nutrisi dalam ASI akan rusak. Terutama zat anti infeksi/zat imun.
· Jangan menggunakan microwave untuk menghangatkan ASI
· Kocok secara perlahan sebelum diberikan ke bayi.
· Berikan dengan sendok atau pipet. Untuk bayi dibawah 4 bulan disarankan untuk tidak menggunakan dot, karena adanya resiko bingung puting.
sumber: Persatuan Ahli Gizi Indonesia dan RSCM, 2003. Penuntun Diit Anak. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar