Selasa, 15 Maret 2011

Teknik relaksasi untuk mengatasi stress



Stres adalah segala situasi di mana tuntutan non spesifik menharuskan seseorang individu untuk berespons atau melakukan tindakan(selye, 1976).
Tubuh beradaptasi dengan stres dengan melakukan mekanisme yang disebut homeostasis. Homeostasis dipertahankan oleh mekanisme fisiologis yang mengontrol fungsi tubuh dan memantau organ tubuh. Respon yang biasanya ditunjukan adalah penyesuaian frekuensi jantung, frekuensi pernafasan, tekanan darah, suhu tubuh, keseimbangan cairan dan elektrolit, dan sekresi hormon yang ditujukan untuk mempertahankan adaptasi. namun, mekanisme fisiologis ini ada keterbatasan yaitu hanya mampu memberikan kontrol dalam jangka pendek.
 Setiap orang memiliki respon yang berbeda terhadap stres. Untuk mengatasi stres, dapat dilakukan terapi relaksasi. Salah satunya adalah Guided Imaginary.
Guided Imaginary  atau bimbingan imajinasi adalah teknik relaksasi yang dapat digunakan untuk mengatasi stres atau nyeri. Mintalah teman atau saudara anda untuk menjadi pemandu. Caranya adalah dengan menyetel musik yang rilex seperti musik klasik, pejamkan mata, lalu yang menjadi pemandu mengarahkan ada untuk membayangkan hal yang anda sukai. Teknik ini sebenarnya bisa anda lakukan sendiri. Anda tinggal menyetel musik klasik, lalu anda bayangkan anda di tempat yang anda sukai dan bisa membuat relax misalnya di gunung atau di pantai. Jangan lupa sebelum relaksasi lakukan nafas panjang. Teknik relaksasi dapat dilakukan sekitar 5 menit.
Cara yang paling simpel adalah adalah dengan teknik pernafasan. Yaitu dengan pejamkan mata, tarik nafas, tahan 3 hitungan, lalu hembuskan secara perlahan melalui mulut.
Perubahan yang terjadi akibat teknik relaksasi adalah:
1.      Menurunkan tekanan darah
2.      Menurunkan frekuensi jantung
3.      Mengurangi kebutuhan oksigen dan konsumsi oksigen
4.      Mengurangi ketegangan otot
5.      Menurunkan laju metabolik
6.      Fokus pada perhatian dan rilex
7.      Meningkatkan rasa kebugaran dan semangat
8.      Memperbaiki kemampuan untuk menghadapi stresor
Sumber: potter and perry. 2005. Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC, halaman 475-491





Selasa, 08 Maret 2011

contoh dan klasifikasi obat kanker



Golongan
Sub Golongan
Obat
I. Alkilator
Mustar nitrogen
Mekloretamin
Siklofosfamid
Ifosfamid
Melfalan
Klorambusil

Etilenamin & metilmelamin
Trietilen-melamin (TEM)
Thiotepa

Metilhidrazin
Prokarbazin

Alkil sulfonat
Busulfan

Nitrosourea
Karmustin (BCNU)
Lomustin (CCNU)
Semustin (metil CCNU)
Streptozotosin

Platinum
Sisplatin
Karboplatin
Oksaliplatin
II. Anti Metabolit
Analog pirimidin
5-fluorolurasil
Sitarabin
6-Azauridin
Floksuridin(FUDR)
Gemsitabin

Analog Purin
6-Merkaptopurin
6-Tioguanid (T6)
Fludarabin,pentostatin

Antagonis folat
Metotreksat
Pemetreksed
III. Produk Alamiah
Alkaloid Vinka
Vinblastin(VLB)
Vinkristin(VRC)
Vinorelbin

Taksan
Paklitaksel
Dosetaksel

Epipodofilotoksin
Etoposid
Teniposid

Kamptotesin
Etoposid
Teniposid

Antibiotik
Daktinomisin(aktinomisin D)
Antrasiklin :
Daunorubisin
Doksorubisin
Mitramisin
Antrasenedion :
Mitoksantron
Mitomisin
Bleomisin, mitomisin

Enzim
L-asparaginase
IV. Hormon dan Antagonis
Adrenokortikosteroid
Prednison
Hidrokortison

Progestin
Hidroksiprogesteron kaproat
Medroksiprogesteron asetat
Magestrol asetat

Estrogen
Dietilstilbestrol
Etinil estradiol

Anti estrogen
Tamoksifen, toremifen

Androgen
Testosteron Propionat
Fluoksimesteron

Anti androgen
Flutamid

Penghambat adrenokortikoid
Mitotan, aminoglutetimid

Analog GRH
Leuprolid

Penghambat aromatase
Anastrozol,letrozol, eksemestan
V. Lain-lain
Substitusi urea
Hidroksiurea

Derivat metilhidrazin
Prokarbazin

Differentiating Agent
Tretinoin, arsen trioksid

Penghambat tirosin kinase
Imatinib
Gefitinib

Penghambat preteosom
Bortezunib

Modulator Respon Biologik
Interferon alfa, interleukin 2

Antibodi monoklonal


 info selengkapnya: ikanurfajriyani@rocketmail.com