Jumat, 06 Januari 2012

ASMA

MARI MENGENAL LEBIH JAUH

Taukah anda, angka kejadian asma semakin hari semakin meningkat?
Penyakit asma terbanyak diderita oleh anak-anak. Kondisi ini berpotensimenjadi masalah kesehatan di masa depan. Asma menyebabkan merekakehilangan 16 % hari sekolah di Asia, 34 % pada anak-anak di Eropa, dan 40 %pada anak-anak di Amerika Serikat. Pada tahun 2002, di Amerika Serikat sekitar 14 juta dewasa dan 6 jutaanak-anak didiagnosa dengan asma (berdasarkan CDC). Setiap hari di Amerika,terdapat 30.000 orang yang terkena serangan asma.
Tahun 2002, Kartasasmita di Bandung menemukan prevalensi asma yang berbeda tergantung umurnya, yaitu 3% pada anak enam hingga tujuh tahun dan 5,2% pada anak tiga belas hingga empat belas tahun. Namun Rahajoe NN di Jakarta menemukan prevalensi yang lebih tinggi, yaitu 6,7% pada anak tiga belas hingga empat belas tahun. Sidhartani di Semarang tahun 1994 meneliti 632 anak usia dua belas hingga enam belas tahun dengan menggunakan kuesioner International Study of Asthma and Allergy in Children (ISAAC) dan pengukuran Peak Flow Meter menemukan prevalensi asma 6,2%. (Nastiti, dkk. 2008)

what the meaning of asma??
Asma adalah gangguan inflamasi kronis saluran nafas dengan banyak sel berperan, khususnya sel mast, eosinofil, dan limfosit T. Pada orang yang rentan inflamasi tersebut menyebabkan episode mengi berulang, sesak nafas, rasa dada tertekan, dan batuk, khususnya pada malam atau dini hari. Gejala tersebut biasanya berhubungan dengan penyempitan jalan napas yang luas namun bervariasi, yang paling tidak sebagian bersifat reversibel baik secara spontan maupun dengan pengobatan. Inflamasi tersebut juga berhubungan dengan hiperreaktivitas jalan nafas terhadap berbagai rangsangan.( Global Initiative for Asthma (GINA), 2010).

Ada beberapa jenis asma?
Asma terbagi menjadi 3 klasifikasi

asma alergik
Asma alergik disebabkan oleh alergen atau alergen-alergen (misal; serbuk sari , binatang, makanan, dan jamur). Kebanyakan  alergen terdapat di udara dan musiman. Pasien dengan asma alergik biasanya mempunyai riwayat keluarga yang alergik dan riwayat medis masa lalu eczema atau rhinitis alergik. Anak-anak dengan asma alergik sering dapat mengatasi kondisi sampai masa remaja.asma 

idiopatik (non alergik)
Asma idiopaik atau non alergi tidak berhubungan dengan alergen spesifik. Faktor-faktor seperti common cold, infeeksi traktus respiratorius, latihan, emosi, dan polutan lingkungan dapat mencetuskan serangan. Beberapa agen farmakologi seperti aspirin  dan agen anti inflamasi non steroid lain, pewarna rambut, antagonis beta adrenergic dan agen sulfide (pengawet makanan), juga mungkin menjadi faktor. Serangan asma idiopatik dan non anregik menjadi lebih berat dan sering sejalan dengan berlalunya waktu dan dapat berkembang menjadi bronchitis kronis dan emfisema. Beberapa paasien akan mengalami asma gabungan.

Asma gabungan
Asma gabungan adalah bentuk asma yang paling umum. Asma ini mempunyai karakteristik dari bentuk alergik maupun bentuk idiopatik atau non alergik (smeltzer, 2002:611).

Apa yang jadi penyebab asma?
Infeksi saluran pernafasan
paling banyak disebabkan oleh infeksi virus. Bayi dan anak dengan persisten wheezing dan asma mempunyai Immunoglobulin E tinggi dan respon imun eosinofil, saat pertama kali terserang infeksi.
2.      Alergen 
   Terdapat dua respon yaitu, early asthmatic responses (respon dalam waktu singkat) yang terjadi lewat terbentuknya mediator Immunoglobulin E dari sel mast dalam hitungan menit pasca paparan alergen dan berakhir dalam dua puluh hingga tiga puluh menit. Late asthmatic responses (respon lambat) yang terjadi dalam empat hingga dua belas jam pasca paparan alergen dengan gejala berat yang berakhir selama satu jam atau lebih. Alergen berupa makanan, kutu, debu, dan lain-lain
3.      Irritan
      Zat iritan berupa asap rokok, udara dingin, bahan kimia, parfum, bau cat, polusi udara yang dapat mencetuskan hiperresponsif bronkial (mekanisme inflamasi).
4.      Perubahan cuaca
5.      Olahraga
      Panas dan kehilangan cairan dapat meningkatkan osmolaritas cairan pernafasan dan mengakibatkan terbentuknya mediator-mediator. Dingin mengakibatkan kongesti dan dilatasi pembuluh darah bronkial, selama fase penghangatan setelah olahraga, pembuluh darah agak melebar.
6.      Emosi
7.      Reflux gastroesofagus (GER)
      Asam mengakibatkan meningkatnya resistensi jalan nafas
8.      Inflamasi saluran nafas atas
      Contohnya rhinitis alergi, sinusitis, dan lain lain
9.      Asma nocturnal
      Diakibatkan oleh alergen, sinusitis, refluks gastroesofagus, inflames parenkim, dan lain lain. (Supriyatno, H. Bambang. 2008.)

Apa saja Jenis pemeriksaan yang biasa dilakukan?
  1. Pemeriksaan darah : Hb, Ht, Leukosit, eritrosit, trombosit, terutama eosinifil, Ig E total dan Ig E spesifik.
  2.  Pemeriksaan sputum: Spiral chrusmann dan Kristal charcot – leyden
  3.   Analisa Gas Darah
  4.   Foto Thorax
  5.  Tes fungsi paru, dengan spirometri atau peak flow meter.


  
Ini referensinya…
Mansyoer, Arif.1999. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga. Jilid I. Jakarta:Media Acsulapius. FKUI.
Doenges, EM .2000. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta. EGC.
Global Initiative for Asthma (GINA). 2010. Asma. www.emedicine.com Medicine Specialties > Pediatrics: General Medicine >Pulmonology>astma diakses pada Kamis, 25 November 2010
Sundaru, Heru.2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi Ketiga. Jakarta: BalaiPenerbit FKUI..
Hudack & gallo.1997. Keperawatan Kritis Edisi VI Vol I. Jakarta: EGC.
Mangunnegoro Hadiarto,dkk.2004. ASMA Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. Jakarta : PDPI.
Nastiti, dkk. 2008. ASMA. Buku Ajar Respirologi Anak Edisi pertama. Jakarta : IDAI
Sidhartani, Magdalena. 2007. Peran Edukasi Pada Penatalaksanaan Asma Pada Anak. Semarang:Diponegoro University Press
Smeltzer. 2002. Keperawatan Medikal Bedah Volume I. Jakarta: EGC
Supriyatno, H. Bambang. 2008. Diagnosis dan Penatalaksanaan Terkini Asma pada Anak. Jakarta: Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo
Tucker, SM (1998). Standar Perawatan Pasien. Jakarta. EGC.

Semoga bermanfaat,,,sebaik-baik pengobatan adalah dengan menghindari penyebabnya
“preventif lebih baik dari kuratif”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar